Kamis, 02 Maret 2017

Membuat Konflik Cerita Novel

Mau bikin pembaca ngga bisa berhenti membaca novel kita? Ya, iya dong.
Apa sih rahasia di balik hal itu? Konflik dan tegangan.
Tapi… novelku bukan thriller,kok!

Siapa bilang konflik & tegangan hanya untuk genrethriller?





Konflik adalah inti dari ceritaTanpa konflik, cerita kamu ngga ada artinya.
Misal, cerita kamu tentang perjalanan pergi ke kantor? Kalau tokoh kamu cuma berangkat dari rumah, masuk mobil, nyetir, lalu sampai kantor, huaaah,boring! Siapa yang peduli dengan cerita semacam itu? Tapi kalau tokoh kamu berangkat terlambat padahal ada presentasi penting di kantor, diminta pacar mengantar laundry, lalu di tengah jalan malah tabrakan, nah, mendadak ceritanya jadi (mudah-mudahan) lebih menarik (hehe, iya ngaku, itu awal cerita novelku Mafia Espresso).
Definisi sederhana dari konflik adalah: tokoh kamu menginginkan sesuatu(misalnya, tiba tepat waktu di kantor agar bisa memberikan presentasi yang memukau), tapi muncul penghalang sehingga dia sulit/tidak bisa mencapai tujuannya(terlambat bangun, mesti mampir ke rumah pacar, ditabrak).
Buatlah konflik yang menarik, maka kamu sudah setengah jalan untuk membuat novel kamu sukses. 
Unsur kedua dari novel yang membuat pembaca ketagihan adalah tegangan. Definisi sederhana dari tegangan, alias tension, adalah antisipasi bahwa sesuatu akan segera terjadi.


Yang diantisipasi itu bisa bermacam-macam wujudnya. Misalnya:

1. Antisipasi akan adanya bahaya

Seorang penjahat sedang mengendap-endap sementara tokoh kita berjalan di tempat parkir yang sepi. Kita pun menjadi deg-degan mengkhawatirkan nasib si tokoh.


2. Antisipasi terpergok

Tokoh kita mengaduk-aduk isi laci bosnya, dan si bos bisa setiap saat kembali ke ruangan.


3. Antisipasi adegan romantis

Sang cowo berniat menyatakan cintanya, tapi ada saja yang menginterupsi mereka.


4. Antisipasi datangnya ‘badai di surga’

Si cewe berbohong mengenai identitasnya kepada sang cowo, lalu mereka jatuh cinta dan saling berkencan. Sementara itu, kita terus bertanya-tanya, bagaimana nasib hubungan mereka kalau sang cowo mengetahui kebenarannya?

Singkatnya, dalam adegan yang mengandung ketegangan, pembaca bisa merasakan dan menduga bahwa sesuatu akan terjadi,tapi pertanyaannya: kapan, bagaimana, dan oleh siapa? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang membuat pembaca terus membalik halaman novel kita.
Sekarang coba lihat salah satu adegan di naskah kamu, apakah kamu bisa menemukan konflik atau tegangan di situ?

Membangun Rumah Ceritamu
Kamu hobi menulis? Yuk belajar cara membuat cerita yang menarik & matang dgn buku ini.

Ssttt… teknik-teknik inibanyak dipakai penulis-penulis terkenal di dunia, lho! Jadi wajib kamu ketahui!
Buku ini mengajarkan kamu rahasia:
– Mengubah ide menjadihigh concept.
– Memantapkan premis.
– Mengokohkan pilar-pilar plot.
– Menciptakan tokoh-tokoh yang menarik simpati.
– Menentukan sudut pandang yang tepat.
– Menghidupkan adegan yang menyedot pembaca ke dunia ceritamu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Septianiiraahayu Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang